Di antara kelompok pengeluaran lainnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,06 persen dengan andil 1,38 persen. Kenaikan tersebut terutama berasal dari subkelompok makanan yang mengalami inflasi 4,28 persen.
Komoditas daging ayam ras memberikan andil 0,31 persen, beras 0,23 persen, serta minyak goreng dan ikan cakalang atau ikan sisik masing-masing 0,11 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 5,67 persen. Sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 7,47 persen, dengan emas perhiasan memberikan andil 0,30 persen terhadap inflasi tahunan.
Dengan demikian, perkembangan harga pada September 2026 menunjukkan tekanan inflasi Sumbar tidak hanya berasal dari kebutuhan pangan. Biaya perjalanan dan pengiriman, pembelian serta perawatan kendaraan, hingga kebutuhan tempat tinggal seperti kontrak dan sewa rumah juga tercatat memberikan sumbangan terhadap inflasi tahunan provinsi tersebut. (*)