Belum berhenti di sana, Suyudi kemudian dipercaya memimpin BNN. Ia dilantik sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 menggantikan Komjen Martinus Hukom.
Posisi tersebut membuat pengalamannya tidak hanya berkutat pada kepolisian umum dan reserse, tetapi juga pemberantasan narkotika.
Salah satu perkara besar yang mencuat ketika Suyudi memimpin BNN adalah pengungkapan jaringan penyelundupan narkotika internasional pada Desember 2025.
Dalam kasus tersebut, aparat mengungkap penyelundupan sabu seberat dua ton dengan nilai yang disebut mencapai Rp5 triliun.
Kini, dua perjalanan tersebut bertemu dalam satu momentum pergantian kepemimpinan Polri.
Listyo, lulusan Akpol 1991, telah melewati sejumlah posisi penting hingga akhirnya memimpin Polri sejak 27 Januari 2021. Setelah masa kepemimpinannya berakhir, ia dipercaya menempati jabatan Kepala Staf Kepresidenan.
Sementara Suyudi, lulusan Akpol 1994, datang ke kursi Kapolri setelah perjalanan panjang dari dunia reserse, kepolisian kewilayahan, Bareskrim, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN.
Dengan pergantian tersebut, pucuk pimpinan Polri kini berada di tangan Suyudi Ario Seto. Tongkat komando yang sebelumnya dipegang Listyo Sigit sejak 2021 resmi berpindah kepada generasi berikutnya.