Sumbardaily.com - Tongkat komando Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berpindah tangan. Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari reshuffle kabinet dan sejumlah jabatan strategis yang dilakukan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta.
Setelah lebih dari lima tahun memimpin Korps Bhayangkara, Listyo Sigit kini mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Sementara itu, Suyudi memasuki babak baru dalam kariernya. Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
Ia kemudian disetujui DPR RI untuk menduduki jabatan tertinggi di Korps Bhayangkara sebelum akhirnya dilantik sebagai Kapolri.
Perpindahan jabatan tersebut mempertemukan dua perjalanan karier dengan jalur yang berbeda. Listyo dikenal memiliki pengalaman di berbagai lini kepolisian, mulai dari kewilayahan, reserse, pengamanan internal, hingga menjadi orang nomor satu di Polri.
Suyudi lebih banyak membangun karier dari bidang reserse sebelum kemudian menempati sejumlah jabatan pimpinan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN.