Usai Gladi Gempa-Tsunami di Pariaman, Sumbar Didorong Benahi 6 Titik Kesiapan

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 1 Oktober 2026 | 15:10 WIB
Gladi yang berlangsung selama dua hari, 29-30 September 2026, digelar di Lapangan Parkir Josal Football Academy, Dusun Sirambang, Desa Cubadak Air Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. (Foto: Pemko Pariaman)
Gladi yang berlangsung selama dua hari, 29-30 September 2026, digelar di Lapangan Parkir Josal Football Academy, Dusun Sirambang, Desa Cubadak Air Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. (Foto: Pemko Pariaman)




Kedua, sistem komando dan koordinasi antarinstansi harus diperkuat.





Ketiga, sistem komunikasi kedaruratan harus terus diuji dan diperkuat agar dapat digunakan secara efektif ketika kondisi darurat terjadi.





Keempat, pemerintah kabupaten dan kota diminta membawa hasil pembelajaran dari gladi tersebut ke wilayah masing-masing.





Kelima, masyarakat harus dilibatkan secara lebih luas dalam upaya membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.





Keenam, kesiapsiagaan harus dibangun menjadi budaya, bukan hanya ditempatkan sebagai sebuah program.





Mahyeldi juga mengingatkan bahwa ancaman gempa bumi dan tsunami tidak mengikuti batas administrasi pemerintahan. Karena itu, upaya menghadapi bencana membutuhkan kerja sama lintas wilayah.





Menurut dia, kolaborasi antardaerah perlu terus diperkuat karena satu kejadian bencana dapat memberikan dampak yang melampaui batas kabupaten maupun kota.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X