Keberadaan museum juga menjadi sarana untuk mengenalkan warisan masa lalu kepada masyarakat sekaligus menjaga agar pengetahuan mengenai sejarah dan budaya tidak terputus akibat perubahan zaman.
Karena itu, pencatatan secara nasional diharapkan tidak menjadi akhir dari proses, melainkan menjadi momentum untuk meningkatkan pengelolaan Museum Mande Rubiah secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana museum ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, memahami dan menghargai sejarah serta budaya kita,” ucap Ronald.
Menurutnya, generasi muda juga perlu memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengenal warisan budaya daerah. Upaya tersebut dinilai penting agar sejarah yang tersimpan di Museum Mande Rubiah tidak hanya berhenti pada keberadaan koleksi.
Sejarah dan kebudayaan yang ada di museum diharapkan dapat terus hidup melalui pengetahuan serta pemahaman generasi penerus.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan pun berharap pencapaian Nomor Pendaftaran Nasional Museum tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan upaya pelestarian sejarah dan kebudayaan daerah.
Ke depan, Museum Mande Rubiah diharapkan semakin kuat dari sisi pengelolaan, pemeliharaan koleksi, fungsi edukasi, hingga pengembangannya sebagai destinasi budaya yang lebih dikenal masyarakat.