Perubahan pada diri siswa tidak terjadi dalam waktu singkat. Pada tahap awal, masih ada siswa yang berbicara terlalu pelan ketika tampil. Ada pula yang tiba-tiba lupa kosakata saat berada di depan teman-temannya. Sebagian lainnya bahkan masih merasa malu untuk berdiri dan berbicara di hadapan siswa lain.
Namun, proses yang dilakukan secara berulang mulai menunjukkan perubahan. Anak-anak yang sebelumnya cenderung pasif perlahan mulai berani mengangkat tangan, mengajukan pertanyaan, dan mengambil kesempatan untuk tampil.
Bahkan, pertanyaan yang sebelumnya jarang terdengar kini mulai sering disampaikan oleh para siswa kepada Dika.
"Bu, minggu depan saya boleh tampil?"
Bagi Dika, pertanyaan sederhana tersebut menjadi salah satu tanda bahwa proses pembelajaran yang dijalankannya mulai memberikan dampak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak selalu dapat diukur hanya melalui angka yang diperoleh siswa dalam ujian.
"Ada keberhasilan yang jauh lebih berarti ketika seorang anak yang sebelumnya berkata 'saya tidak bisa' kemudian berubah menjadi 'saya mau mencoba'. Mereka mungkin belum fasih dan masih sering salah, tetapi sudah tidak takut lagi untuk mencoba. Itulah awal dari sebuah perubahan," tuturnya.
Bagian dari Gerakan Pendidikan
Pengalaman Dika bersama siswa-siswanya menjadi bagian dari perjalanan WIT 2026. Ia merupakan satu dari 5.000 guru yang dinyatakan lulus dari program Wardah Inspiring Teacher 2026.