“Seluruh sungai yang ada di Sumbar kita harapkan disusuri oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota, untuk dicek apakah ada hambatan atau ada potensi longsoran. Itu penting agar bencana serupa tidak kembali terjadi di Sumbar,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Mahyeldi mendorong adanya kajian kebencanaan secara menyeluruh. Kajian tersebut diharapkan dapat memetakan risiko bencana di berbagai wilayah Sumbar.
Dalam prosesnya, kajian dapat melibatkan Universitas Andalas melalui Pusat Studi Kebencanaan dengan dukungan BNPB dan pemerintah pusat.
BNPB Minta Pengungsi Tak Lama di Tenda
Kepala BNPB Suharyanto menekankan penanganan korban, warga terdampak dan kebutuhan dasar harus dilakukan secara bersamaan. Sementara pencarian terhadap korban yang masih hilang harus terus dilanjutkan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.
Suharyanto juga menyoroti kondisi warga yang masih berada di pengungsian. Ia meminta masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tenda.
Pemerintah daerah diminta segera mendata kondisi setiap keluarga pengungsi. Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga.
Bantuan tempat tinggal sementara nantinya dapat disesuaikan dengan kondisi warga. Sebagian dapat ditempatkan di rumah keluarga, sedangkan warga yang tidak memiliki pilihan tersebut dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan hunian sementara.