Penggunaan armada udara disesuaikan dengan perkembangan titik api dan berbagai kondisi di lapangan. Faktor yang diperhitungkan antara lain potensi awan, arah angin, kondisi asap, jarak pandang, serta aspek keselamatan penerbangan.
Sementara itu, penanganan dari darat terus melibatkan berbagai unsur. Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak melakukan patroli serta groundcheck.
Petugas juga melakukan pemadaman langsung, penyekatan untuk menghentikan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.
Hotspot Turun, Asap Masih Pengaruhi Udara
Penurunan hotspot belum serta-merta membuat kondisi udara di seluruh wilayah kembali normal. Pantauan PM2,5 menunjukkan kualitas udara di Indonesia masih beragam.
Sebagian besar wilayah berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, beberapa wilayah terpantau masuk kategori berbahaya.
Kondisi tersebut juga terlihat dari pemantauan BMKG Aviation pada dini hari Kamis (24/9). Asap masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah provinsi prioritas.
Di Palangka Raya, jarak pandang berada di sekitar 1,5 kilometer dengan kondisi berasap. Pontianak juga memiliki jarak pandang sekitar 1,5 kilometer dan berasap.
Sementara itu, jarak pandang di Banjarmasin sekitar 3 kilometer dengan kondisi berasap. Jambi berada di sekitar 5 kilometer dan berasap, sedangkan Palembang sekitar 5 kilometer serta berasap.