Hotspot Sumatera Turun Drastis, Kalimantan Tengah Masih Tertinggi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 25 September 2026 | 23:05 WIB
Ilusrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)
Ilusrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)


Sumbardaily.com - Penurunan tajam jumlah hotspot terdeteksi secara nasional dalam pemantauan terbaru. Meski demikian, pemerintah belum menghentikan operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama karena kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih perlu mendapat perhatian.





Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 mencatat 344 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence hingga Rabu (23/9) pukul 21.05 WIB.





Jumlah tersebut berkurang 588 titik dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Selasa (22/9), jumlah hotspot high confidence secara nasional masih mencapai 932 titik.





Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi mengatakan penurunan hotspot tersebut tidak membuat pemerintah mengendurkan pengendalian karhutla.





"Pemantauan terbaru menunjukkan penurunan signifikan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional. Pemerintah tetap mempertahankan operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik melalui operasi darat, water bombing, patroli udara maupun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), seiring kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih perlu diwaspadai," katanya dikutip resmi Kemenhut Jumat (25/9/2026).





Pada enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas, penurunan hotspot juga terlihat cukup besar. Kalimantan Tengah mencatat 156 titik, turun drastis dari 643 titik pada hari sebelumnya.





Kalimantan Barat memiliki 33 hotspot high confidence, turun dari 50 titik. Kemudian Kalimantan Selatan tercatat 11 titik, berkurang dari 68 titik.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X