Alat berat tersebut akan digunakan untuk melakukan pengerukan sedimen sungai. Upaya itu dilakukan sebagai bagian dari mitigasi untuk mengantisipasi potensi banjir susulan di wilayah terdampak.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan seiring adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok.
Mahyeldi menekankan agar seluruh unsur pemerintah tetap bergerak cepat dan bekerja secara terkoordinasi selama penanganan bencana. Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama, disertai pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak selama status tanggap darurat berlangsung. (*)