Banjir Bandang Solok Rusak Pusat Pemerintahan, Status Darurat Berlaku 14 Hari

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Rabu, 23 September 2026 | 07:08 WIB
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau penanganan bencana Selasa (22/9/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau penanganan bencana Selasa (22/9/2026). (Foto: Pemprov Sumbar)


Sumbardaily.com - Banjir bandang atau galodo menerjang Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bencana tersebut tidak hanya berdampak terhadap permukiman warga, tetapi juga kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.





Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau penanganan bencana yang terjadi pada Senin malam (21/9/2026) kemarin. Dalam peninjauan itu, perhatian pemerintah diarahkan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan logistik, serta percepatan pendataan kerusakan akibat banjir bandang.





Mahyeldi menyampaikan pemerintah daerah terus berupaya menangani korban dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Di lokasi bencana, dia juga menyampaikan duka atas musibah yang terjadi di dua nagari tersebut.





“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak. Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat segera ditemukan,” ujar Mahyeldi di lokasi bencana, Selasa (22/9/2026).





Selain persoalan korban dan kebutuhan masyarakat, pendataan kerusakan menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Mahyeldi meminta proses tersebut dilakukan secara cepat sekaligus akurat agar pemerintah memiliki data yang dapat digunakan untuk menentukan langkah berikutnya.





Data hasil pendataan dan validasi itu nantinya menjadi dasar dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Hal tersebut mencakup rumah warga maupun fasilitas pemerintahan yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.





“Melalui Pak Sekda, validasi data harus segera disiapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera dilakukan,” tegasnya.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X