Meski sejumlah indikator tersebut menunjukkan ketahanan, pemerintah tetap meminta agar perkembangan global tidak diabaikan. Konflik di Timur Tengah, perubahan suku bunga Amerika Serikat, serta kondisi suku bunga global yang diperkirakan masih higher for longer tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Sektor manufaktur juga menjadi salah satu bagian yang terus dicermati melalui PMI karena perkembangan ekonomi global dapat memengaruhi aktivitas industri Indonesia.
Dengan demikian, pemerintah menempatkan pemantauan perkembangan global, pengelolaan APBN, pengendalian inflasi, serta perhatian terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan pasar keuangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Suahasil menegaskan bahwa Indonesia tetap berada dalam kondisi ekonomi yang resilien, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan agar berbagai risiko eksternal dapat diantisipasi. (*)