Pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada 16 September juga memperlihatkan kondisi jarak pandang yang bervariasi di wilayah prioritas. Di Pontianak, jarak pandang sekitar 5 kilometer dengan kondisi berasap.
Palangka Raya dan Banjarmasin mencatat jarak pandang 10 kilometer atau lebih. Di Jambi jarak pandang sekitar 9 kilometer, Pekanbaru 8 kilometer, sedangkan Palembang mencapai 10 kilometer atau lebih.
Kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena dapat berubah dengan cepat. Untuk pagi 17 September, BMKG memprakirakan kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak mengalami udara kabur dengan jarak pandang sekitar 1 kilometer.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap diminta terus memantau perkembangan kualitas udara. Apabila kondisi memburuk, aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi. Penggunaan masker juga dianjurkan apabila masyarakat tetap harus beraktivitas di luar.
Perhatian lebih perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau penyakit kronis.
Kementerian Kehutanan juga mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap temuan asap, api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang terdampak karhutla diminta segera dilaporkan kepada petugas.
Pelaporan karhutla dapat dilakukan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau melalui email [email protected]. (*)