Hotspot Karhutla Sumatera Turun, Sumsel Masih Catat Titik Panas Tertinggi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Jumat, 18 September 2026 | 07:08 WIB
Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)
Ilustrasi karhutla. (Foto: Kemenhut)



Kementerian Kehutanan juga mengingatkan bahwa keberadaan hotspot tidak otomatis menunjukkan adanya satu kejadian kebakaran. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit.





Satu peristiwa kebakaran bahkan dapat menghasilkan beberapa titik hotspot dalam pemantauan satelit. Karena itu, setiap indikasi yang muncul tetap perlu diperiksa melalui verifikasi langsung terhadap kondisi aktual di lapangan.





Pengendalian dilakukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya. Operasi yang dilakukan mencakup patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, serta pendinginan.





Untuk memperkuat penanganan dari udara, pemerintah mengerahkan 53 unit armada udara di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk water bombing, sedangkan 19 armada lainnya menjalankan patroli udara sekaligus mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).





Dukungan tersebut juga diperkuat tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang. Namun, BNPB pada 16 September menyampaikan bahwa penggunaan Chinook untuk operasi pemadaman di Kalimantan Barat masih harus memperhatikan faktor keselamatan penerbangan.





Kabut asap menyebabkan jarak pandang di wilayah tersebut menurun. Karena itu, operasi udara tidak dipaksakan apabila kondisi visibilitas belum memenuhi aspek keselamatan penerbangan.





Di tengah penanganan api dan asap, dampak karhutla juga menyentuh kehidupan satwa liar. Kebakaran dapat membuat satwa meninggalkan habitatnya dan bergerak mencari kawasan yang dianggap lebih aman.





Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA bersama mitra konservasi meningkatkan patroli, pemantauan, dan upaya penyelamatan satwa liar di wilayah terdampak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X