Di Kalimantan Barat, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mencatat 21 orangutan telah dievakuasi. Selain orangutan, sebanyak 12 individu satwa liar lainnya juga dievakuasi.
Satwa tersebut terdiri atas trenggiling, bekantan, lutung kelabu, kukang Kalimantan, dan musang tenggalung. Tim masih melakukan pemantauan terhadap satwa di kawasan yang terbakar serta menyiagakan tim medis selama 24 jam.
Kementerian Kehutanan meminta masyarakat tidak menangkap ataupun melakukan evakuasi satwa liar secara mandiri. Jika menemukan satwa terdampak karhutla, masyarakat diminta segera menghubungi petugas.
Pelaporan perlu disertai informasi lokasi secara jelas dan kondisi satwa. Masyarakat juga dapat melakukan dokumentasi apabila situasi memungkinkan dan aman. Selanjutnya, proses penanganan diserahkan kepada petugas.
Untuk wilayah Kalimantan, laporan penyelamatan satwa liar dapat disampaikan melalui Call Center Balai KSDA Kalimantan Barat di 0811-577-6767, Balai KSDA Kalimantan Tengah di 0811-5218-500, serta Balai KSDA Kalimantan Timur di 0821-1333-8181.
Sementara itu, kondisi kualitas udara akibat asap masih berbeda-beda di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pantauan PM2,5, sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang.
Namun, sejumlah kawasan di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Bahkan, terdapat area terbatas yang masih masuk kategori berbahaya.