"Kami dari pihak siswa tentu mematuhi arahan guru-guru demi kebaikan bersama. Sejauh ini penggunaan masker sama sekali tidak mengganggu proses belajar kami di dalam kelas," ucapnya.
Selain menerapkan aturan di lingkungan sekolah, pihak sekolah juga mengimbau orang tua atau wali murid mengambil peran sejak anak meninggalkan rumah.
Anak-anak diharapkan sudah menggunakan masker sejak berangkat, tetap memakainya selama berada di sekolah, hingga dalam perjalanan pulang.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga perlindungan siswa secara menyeluruh, mengingat paparan udara tidak hanya terjadi ketika mereka berada di dalam lingkungan sekolah.
Penggunaan masker sejak dari rumah diharapkan dapat membantu mengurangi paparan selama perjalanan.
Di tengah kondisi kualitas udara yang menurun akibat asap dan abu vulkanik, sekolah di Padang dengan demikian memilih mempertahankan kegiatan belajar dengan sejumlah penyesuaian.
Ruang kelas tetap menjadi pusat kegiatan PBM, sementara kegiatan luar ruangan dihentikan sementara.
Kebijakan itu sekaligus menempatkan kesehatan siswa dan guru sebagai pertimbangan utama tanpa menghentikan hak siswa untuk tetap mendapatkan proses pembelajaran.