Hutama Karya Petakan TJSL Lintas Anak Perusahaan untuk Mitigasi Risiko Bisnis

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Selasa, 15 September 2026 | 23:51 WIB



“Pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada kualitas fisik konstruksi, melainkan harus memberikan dampak sosial positif dan menjaga kelestarian lingkungan secara terukur. Melalui perencanaan TJSL yang terintegrasi, perseroan memastikan setiap program penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value) mampu memitigasi risiko operasional sekaligus meningkatkan izin sosial untuk beroperasi (social license to operate),” ujar Alfa, dalam keterangannya dikutip Selasa (15/9/2026).





Pendekatan tersebut membuat program TJSL diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mendukung lingkungan operasional perusahaan. Artinya, kegiatan yang dirancang tidak sekadar berupa bantuan yang diberikan dalam jangka pendek, tetapi diupayakan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi yang tersedia di wilayah sekitar proyek.





Dalam workshop dan FGD tersebut, peserta mendapatkan pembekalan yang mengacu pada standar ISO 26000 serta kerangka kerja ESG. Materi yang diberikan mencakup metodologi penyusunan flagship program, pemetaan isu materialitas, hingga penyusunan laporan Grand Design TJSL yang dapat dipertanggungjawabkan.





Pemetaan risiko juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan pendekatan mitigasi risiko yang komprehensif, perencanaan TJSL diarahkan untuk menghasilkan program yang tidak bersifat sesaat.





Program yang disusun akan berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal. Di sisi lain, pengawasan terhadap dampak lingkungan di sekitar kawasan operasional proyek juga menjadi bagian dari perhatian dalam penyusunan program.





Penyeragaman metodologi menjadi penting seiring proses transformasi Hutama Karya menuju standar global. Konsistensi cara kerja diperlukan pada seluruh segmen bisnis perusahaan, termasuk dalam menjalankan fungsi keberlanjutan.





Forum tersebut diikuti secara intensif oleh 28 peserta yang berasal dari perwakilan unit kerja pusat, enam anak perusahaan, serta Special Purpose Vehicle (SPV) Hutama Karya.





Enam entitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), PT Hakaaston (HKA), PT HK Realtindo (HKR), PT Hutama Marga Waskita (HMW), PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP), dan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X