Pengawalan dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang terdampak pembangunan. Pemprov Sumbar juga menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam proses pendekatan kepada masyarakat maupun tokoh ninik mamak.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, pemerintah daerah akan turun ke lapangan untuk melakukan pendekatan secara persuasif. Dialog dengan masyarakat dan ninik mamak dinilai penting untuk memastikan proses pembangunan dapat diterima dan berjalan sesuai dengan harapan bersama.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat siap turun langsung ke lapangan, melakukan pendekatan secara persuasif dan berdialog dengan masyarakat serta ninik mamak yang terdampak,” ujar Arry.
Menurut Arry, komunikasi langsung menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi. Pemerintah tidak hanya berkonsentrasi pada percepatan secara administratif, tetapi juga perlu memastikan tahapan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berlangsung secara baik.
Pemprov Sumbar, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap langkah percepatan pembangunan. Dukungan tersebut mencakup proses sosialisasi, pembebasan lahan hingga penetapan lokasi atau penlok.
Seluruh tahapan itu diharapkan dapat dilakukan secara terkoordinasi. Dengan pengawalan bersama, proses pembangunan diharapkan tidak menimbulkan dinamika sosial yang merugikan masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
“Prinsipnya kita mendukung percepatan. Namun, prosesnya harus kita kawal bersama agar berjalan baik dan kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatiani,” katanya.