Karhutla Sumatera: Riau-Jambi Nihil Hotspot, Sumsel Turun 23 Titik

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 13 September 2026 | 07:04 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)
Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)




Pemerintah sebelumnya telah menyiagakan 53 unit armada udara untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 34 armada digunakan untuk operasi water bombing, sedangkan 19 armada lainnya dimanfaatkan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).





Kemampuan operasi udara tersebut kini mendapat tambahan dukungan dari Pemerintah Jepang. Tiga helikopter CH-47 Chinook milik Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) telah tiba di Kalimantan Barat dan dipersiapkan untuk mendukung pemadaman melalui operasi water bombing.





Ketiga helikopter tersebut dibawa menggunakan kapal JMSDF JS Kunisaki yang telah tiba di Terminal Kijing, Kalimantan Barat. Sebelum digunakan dalam operasi, kesiapan teknis dan keselamatan penerbangan dipastikan melalui tahapan persiapan dan flight test.





Dukungan Jepang juga melibatkan sekitar 180 personel. Dalam pelaksanaannya, pengawasan operasional helikopter berada pada TNI, termasuk aspek keamanan, flight clearance, dan penempatan Safety Officer. Sementara itu, misi penerbangan dikoordinasikan bersama BNPB.





Bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia-Jepang dalam bidang Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Kehadiran tiga Chinook diharapkan memperkuat kemampuan pemadaman dari udara, terutama untuk menjangkau kawasan kebakaran yang sulit ditangani dengan operasi darat.





Penggunaan armada udara tetap disesuaikan dengan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, serta keadaan meteorologis. Operasi Modifikasi Cuaca juga tetap disiagakan untuk memanfaatkan potensi awan yang memenuhi persyaratan guna membantu pembasahan lahan.





Di wilayah gambut, penanganan juga dilakukan secara berkelanjutan. Pemadaman, pembasahan, dan pendinginan terus dilakukan karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api sudah tidak terlihat.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X