Karhutla Sumatera: Riau-Jambi Nihil Hotspot, Sumsel Turun 23 Titik

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 13 September 2026 | 07:04 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)
Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto: Kemenhut)



Setiap indikasi yang terdeteksi satelit tetap harus diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kebakaran sekaligus menentukan penanganan yang diperlukan.





Pada enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla, Sumatera Selatan menjadi satu-satunya wilayah Sumatera yang masih mencatat hotspot high confidence. Sebanyak 11 titik terdeteksi, turun dari 34 titik pada pemantauan sebelumnya.





Penurunan juga terlihat lebih tajam di Riau. Provinsi tersebut sebelumnya mencatat 18 hotspot high confidence, tetapi dalam pemantauan terakhir jumlahnya menjadi nol.





Jambi juga berada dalam kondisi serupa. Dari sebelumnya dua hotspot high confidence, provinsi itu tidak lagi mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada pemantauan terakhir.





Kondisi tersebut membuat perkembangan karhutla di tiga provinsi prioritas di Sumatera relatif lebih baik dibandingkan sejumlah wilayah di Kalimantan. Meski demikian, aktivitas patroli dan pencegahan tetap dilakukan karena kondisi karhutla dapat berubah mengikuti cuaca serta kondisi bahan bakar di lapangan.





Sementara di Kalimantan, tekanan pengendalian masih cukup tinggi. Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah hotspot high confidence terbanyak di antara enam wilayah prioritas, yakni 271 titik. Jumlah tersebut meningkat dari 96 titik.





Kalimantan Barat mencatat 51 titik, naik dari 39 titik. Kemudian Kalimantan Selatan memiliki 47 titik, meningkat dari sembilan titik.





Kondisi itu membuat penguatan operasi pengendalian karhutla saat ini terutama diarahkan ke wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Kapasitas operasi udara juga terus diperkuat untuk menghadapi kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi darat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X