Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah
Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana yang dilakukan Hutama Karya juga disebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung pemerataan pembangunan.
Selain pemerataan, pembangunan dan pemulihan infrastruktur juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Dalam konteks Aceh, penanganan jalan, jembatan, dan SPAM menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pemulihan di wilayah yang terkena dampak bencana. Infrastruktur yang kembali berfungsi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih merata kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan penanganan tanggap darurat tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan membantu mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat setelah bencana.
“Bagi Hutama Karya, penanganan infrastruktur terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk mendukung pemulihan masyarakat di wilayah terdampak. Melalui penanganan jalan, jembatan, serta infrastruktur penyediaan air minum di Aceh, kami berupaya memastikan infrastruktur dapat kembali berfungsi secara optimal sehingga aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih baik. Dalam pelaksanaannya, kami terus mengedepankan kualitas pekerjaan, keselamatan, serta ketepatan waktu agar setiap penanganan dapat memberikan manfaat yang nyata dan mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak,” tutup Hamdani.
Dengan pekerjaan yang mencakup jalan, jembatan, hingga penyediaan air minum, Hutama Karya terus menjalankan penanganan di sejumlah wilayah terdampak Aceh. Pemulihan tersebut diarahkan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur sekaligus mendukung masyarakat agar aktivitas dan layanan dasar dapat kembali berjalan lebih baik. (*)