Dari Jalan hingga Air Bersih, Hutama Karya Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 10 September 2026 | 23:22 WIB


Sumbardaily.com – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh terus dikebut. PT Hutama Karya (Persero) menangani sejumlah titik kerusakan pada jalan nasional, jembatan, hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk mengembalikan konektivitas sekaligus layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak.





Penanganan tersebut mencakup tiga ruas jalan nasional yang berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga (BM), serta infrastruktur SPAM di Aceh Tamiang dan Aceh Timur di bawah sektor Direktorat Jenderal Cipta Karya. Beragam metode konstruksi diterapkan sesuai kondisi kerusakan di masing-masing lokasi, mulai dari penguatan lereng dan badan jalan, pembangunan dinding penahan tanah (DPT), pemasangan blok beton, bore pile, drainase, box culvert, perkerasan, hingga pekerjaan jembatan.





Pada sektor air minum, pekerjaan diarahkan untuk mengembalikan fungsi fasilitas yang terdampak bencana. Penanganannya meliputi pembersihan fasilitas, pembangunan sumur bor sebagai sumber air, rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sudah ada, serta pembangunan IPA baru.





Rangkaian pekerjaan ini menjadi bagian dari penanganan tanggap darurat akibat bencana yang menimbulkan longsor, kerusakan jembatan, serta gangguan terhadap infrastruktur penyediaan air minum di sejumlah wilayah Aceh.





Tiga Ruas Jalan Nasional Ditangani





Hutama Karya menangani tiga ruas jalan nasional di Aceh, yakni SP Uning–Bts. Gayo Lues pada PPK 3.3, Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren pada PPK 3.4, serta Bts. Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane pada PPK 3.5.





Pada ruas SP Uning–Bts. Gayo Lues atau PPK 3.3, terdapat 28 titik yang masuk dalam penanganan tanggap darurat. Titik-titik tersebut tersebar di sepanjang ruas jalan dengan panjang 82,4 kilometer dan terdiri atas 24 titik longsor serta empat titik perbaikan jembatan.





Pekerjaan di lokasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan setiap titik terdampak. Lingkupnya mencakup penanganan jembatan, pembangunan dinding penahan tanah atau DPT, pemasangan blok beton, hingga pekerjaan bore pile. Seluruh metode tersebut diarahkan untuk memperkuat lereng dan badan jalan yang terkena dampak langsung bencana.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X