Bagi Pemkab Dharmasraya, status sebagai cagar budaya nasional menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keberadaan kawasan percandian. Pada saat yang sama, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyambut baik audiensi yang dilakukan BPK Sumbar. Menurutnya, pengembangan kawasan percandian membutuhkan kerja sama lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar agenda pelestarian tidak berjalan sendiri-sendiri dengan pengembangan kawasan. Dengan sinergi antarpihak, kawasan percandian diharapkan dapat ditata secara lebih baik tanpa mengesampingkan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.
Pengembangan Tak Hanya Fokus pada Candi
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembahasan ialah cakupan pengembangan kawasan percandian. Penataan tidak hanya diarahkan pada kawasan inti tempat bangunan candi berada.
Annisa menilai akses menuju lokasi, etalase kawasan, hingga berbagai fasilitas pendukung juga perlu mendapatkan perhatian. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting agar kawasan percandian dapat tampil lebih representatif, nyaman, dan menarik bagi wisatawan.
Dengan konsep tersebut, pengembangan kawasan tidak sekadar berorientasi pada keberadaan bangunan candi. Infrastruktur dan fasilitas pendukung juga menjadi bagian dari upaya membuat kawasan lebih siap menerima kunjungan wisatawan sekaligus mendukung fungsi edukasi dan pelestarian.
Untuk kawasan Pulau Sawah, pengembangan sebelumnya telah memiliki pradesain dan rencana induk pelestarian. Dokumen tersebut dapat menjadi dasar dalam melanjutkan proses penataan kawasan secara bertahap.
Sementara Candi Padang Roco juga telah mempunyai konsep penataan serta pengembangan lanjutan. Konsep tersebut menjadi salah satu dasar untuk melanjutkan pengembangan kawasan sesuai tahapan yang direncanakan.