Rekognisi internasional yang diharapkan bukan semata-mata sebuah predikat, tetapi diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi Padang untuk dikenal melalui kekuatan kulinernya.
Fadly mengatakan pengakuan tersebut nantinya diharapkan turut memberikan dampak terhadap sektor pariwisata.
Dengan semakin dikenalnya Padang sebagai kota yang memiliki kekuatan gastronomi, wisatawan mancanegara maupun domestik diharapkan tertarik datang dan mengenal kota tersebut secara lebih menyeluruh.
“Saat ini Kota Padang tengah mengupayakan menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia sebagai kota gastronomi pada Unesco Creative Cities Network (UCCN), harapan kami dengan rekognisi internasional di sektor gastronomi ini akan menarik banyak kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik untuk lebih mengenal Kota Padang secara lebih komprehensif lagi," ujarnya.
Pembahasan di Ideafest 2026 itu sekaligus memperlihatkan bagaimana kuliner dapat ditempatkan dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Pengalaman Padang dengan Nasi Padang menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki peluang untuk menjadi produk yang dikenal lintas negara ketika identitas dan nilai autentiknya tetap dipertahankan.
Bagi Padang, keberadaan kuliner khas di berbagai negara menjadi modal untuk memperluas pengenalan kota. Kuliner dapat menjadi titik awal bagi masyarakat luar daerah maupun wisatawan untuk mengenal lebih jauh daerah asal makanan tersebut.