Dari sejumlah sektor yang ditawarkan, energi menjadi salah satu yang memiliki nilai investasi cukup besar. Pemprov Sumbar mengusulkan lima proyek energi dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp5,35 triliun pada periode 2027-2029.
Lima proyek tersebut yakni PLTS Terapung Singkarak dengan kapasitas 50 MWac/76 MWp, PLTS Sijunjung Ground Mounted berkapasitas 50 MWac/76 MWp, serta PLTS Mentawai untuk dediselisasi sebesar 30 MWac/47 MWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS).
Selain itu, terdapat PLTS Pessel Bukik Ameh berkapasitas 50 MW dan PLTG Sijunjung Blok Sinamar dengan kapasitas 25 MW.
Rangkaian proyek tersebut diharapkan tidak hanya menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga memperkuat sistem kelistrikan Sumbar.
Pemprov Sumbar menargetkan proyek-proyek tersebut dapat meningkatkan reserve margin sistem kelistrikan, memperbesar bauran energi baru terbarukan serta mempercepat pemanfaatan potensi gas bumi.
Dari sisi ekonomi, pengembangan proyek energi tersebut juga diharapkan menciptakan peluang investasi sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Sementara untuk kawasan Mentawai, pembangunan PLTS secara khusus diarahkan untuk mendukung proses dediselisasi.
Kehadiran pembangkit tersebut diharapkan memperkuat sistem kelistrikan sekaligus menekan ketergantungan terhadap pembangkit yang menggunakan bahan bakar diesel.