Selain energi, Pemprov Sumbar juga menawarkan pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki posisi penting dalam memperkuat konektivitas logistik dan menopang kegiatan industri, terutama yang berkaitan dengan komoditas CPO.
Pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur telah direncanakan secara bertahap. Rencana tersebut mencakup pembangunan dermaga baru, reklamasi kawasan, instalasi pipa CPO, hingga pembangunan breakwater untuk kebutuhan jangka panjang.
Namun, pengembangan kawasan pelabuhan tersebut masih membutuhkan penyelarasan dengan dokumen tata ruang Kota Padang.
COO Danantara, Dony Oskaria menilai revisi RTRW dan RDTR menjadi salah satu hal penting sebelum rencana pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dapat berjalan sesuai dengan peruntukan ruang yang ditetapkan.
Dony juga melihat adanya potensi pemanfaatan material hasil galian dari pembangunan terowongan Tol Sicincin-Bukittinggi. Terowongan tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 5,8 kilometer.
Material hasil galian proyek tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber material untuk mendukung rencana perluasan kawasan Pelabuhan Teluk Bayur.
Tidak berhenti di pelabuhan, kawasan Muara Padang juga menjadi bagian dari usulan pengembangan yang disampaikan Mahyeldi.