Karena itu, edukasi mengenai pangan bergizi perlu terus diberikan kepada anak maupun keluarga. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami pilihan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus selalu menganggap makanan bergizi sebagai sesuatu yang mahal.
"Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini. Edukasi mengenai makanan bergizi perlu terus diberikan kepada anak dan keluarga. Kita ingin masyarakat memahami bahwa makanan bergizi tidak harus mahal dan ikan bisa menjadi salah satu pilihan pangan bergizi," ujarnya.
Hastho menegaskan, GAS merupakan kampanye edukasi dan bukan program bantuan. Fokus utama kegiatan tersebut adalah membangun pengetahuan, kesadaran, serta kebiasaan konsumsi ikan di kalangan anak sekolah.
Dengan pendekatan tersebut, konsumsi ikan diharapkan tidak hanya berlangsung ketika kegiatan GAS digelar. Kebiasaan yang dibentuk di sekolah diharapkan dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari dan diterapkan di lingkungan keluarga.
Sejalan dengan Penguatan Gizi Masyarakat
Hastho mengatakan pelaksanaan GAS sejalan dengan komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan SDM tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan dan kecukupan gizi masyarakat. Karena itu, intervensi pemenuhan gizi dilakukan melalui berbagai tahapan dan kelompok usia.
Pemkab Dharmasraya juga memiliki program unggulan bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus mencegah stunting sejak dini.