Di sisi lain, kondisi wilayah terdampak terus dipantau. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus menyesuaikan bentuk dukungan dengan kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan selama masa tanggap darurat maupun ketika memasuki proses pemulihan.
Dengan kondisi bencana yang berdampak pada tujuh kabupaten dan satu kota di Pulau Flores, kebutuhan masyarakat dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Karena itu, Hutama Karya menempatkan pemetaan kebutuhan sebagai bagian dari proses menentukan dukungan berikutnya.
Dukungan logistik yang telah diberikan juga mencakup berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan dan makanan siap konsumsi hingga air mineral. Kebutuhan sanitasi, kebutuhan bayi dan dewasa, obat-obatan, serta kebutuhan kesehatan juga masuk dalam bantuan yang disalurkan.
Pada tahap selanjutnya, terpal dan selimut diberikan untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.
Sementara dari sisi pemulihan infrastruktur, satu unit alat berat telah berada di Desa Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Untuk Ende-Maumere dan Kabupaten Sikka, penentuan dukungan alat berat masih menunggu hasil pemetaan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Komitmen TJSL untuk Pemulihan Pascabencana
Hutama Karya menyatakan akan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk ketika terjadi kondisi tanggap darurat bencana.