Secara ekologis, kawasan daerah aliran sungai (DAS) mempunyai peran penting dalam tata air. Sejumlah dokumen pemerintah daerah mencatat kawasan Bukittinggi dan sekitarnya mempunyai sistem DAS yang saling berkaitan. Batang Sianok juga menjadi bagian penting dalam sistem hidrologi kawasan tersebut.
Kajian hidrologi terhadap DAS Batang Sianok turut menunjukkan pentingnya pengelolaan kawasan DAS secara menyeluruh, mulai dari bagian hulu hingga hilir.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan gerakan ini tidak ingin menempatkan reboisasi sebagai kegiatan penanaman semata. Penyelamatan kawasan DAS dipandang membutuhkan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami tidak sedang berbicara hanya tentang menanam pohon. Kita berbicara tentang menjaga air, tanah, lingkungan dan kehidupan. Hulu dan hilir adalah satu kesatuan,” katanya.
Karena itu, rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di Nagari Sipinang nantinya tidak hanya berisi aktivitas penanaman pohon.
Edukasi lingkungan, kampanye konservasi, kegiatan komunitas serta api unggun juga menjadi bagian dari agenda Api Unggun Fun Camp, Reboisasi dan Adopsi Pohon.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan pola baru dalam gerakan penghijauan, yakni memberikan ruang kepada masyarakat untuk terlibat setelah bibit ditanam.
Fauzi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda satu kali. Ia ingin konsep adopsi pohon berkembang menjadi gerakan jangka panjang untuk menjaga kawasan hulu DAS Sianok dan dapat diperluas ke DAS utama lainnya di Sumatra Barat.