Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pengaturan lalu lintas di lapangan. Jika diperlukan, pengaturan dapat dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi yang terjadi selama penerapan skema baru.
Hutama Karya juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diminta memahami bahwa perubahan akses tersebut merupakan bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi.
Perusahaan menyatakan tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Dalam prosesnya, Hutama Karya tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta pelayanan terbaik kepada pengguna jalan.
Diharapkan Perkuat Konektivitas Riau
Pekerjaan penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru diharapkan memberikan dampak terhadap konektivitas di Provinsi Riau. Keterhubungan kedua ruas tersebut ditargetkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Selain mobilitas, penyambungan kedua ruas jalan tol tersebut juga diharapkan mendukung aktivitas ekonomi di Provinsi Riau. Dengan konektivitas yang semakin baik, pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut diharapkan dapat berlangsung lebih lancar.
Namun, selama proses pembangunan berjalan, pengguna jalan tetap perlu memperhatikan perubahan pola lalu lintas. Terutama bagi kendaraan yang hendak memasuki Jalan Tol Pekanbaru–Dumai, akses yang digunakan mulai Jumat (28/8/2026) adalah melalui Pintu Tol Bypass Pekanbaru.
Hutama Karya mengimbau pengguna jalan memastikan kecukupan saldo kartu uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Langkah tersebut diperlukan agar proses perjalanan tidak terganggu ketika kendaraan memasuki area jalan tol.