Kondisi musim kemarau atau el nino yang sedang melanda Indonesia turut membuat hutan dan lahan berada dalam kondisi kering sehingga lebih mudah terbakar.
Namun, faktor cuaca bukan satu-satunya penyebab. Sebagian besar karhutla di wilayah tersebut justru dipicu oleh aktivitas manusia, baik dilakukan secara sengaja maupun tidak disengaja.
Ketua Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan mengatakan, faktor manusia menjadi penyebab dominan terjadinya karhutla.
Menurutnya, sebanyak 99 persen kebakaran dipicu manusia, sedangkan kemarau hanya menyumbang satu persen.
"Kecamatan Kerumutan menjadi kecamatan terparah di Kabupaten Pelalawan yang terdampak karhutla. Terlebih lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik basah. Lahan gambut yang terbakar tidak hanya berada di permukaan, tetapi bisa membara jauh di dalam tanah," katanya, Rabu (26/8/2026).
Karakteristik lahan gambut membuat penanganan kebakaran menjadi tantangan tersendiri. Api tidak selalu terlihat hanya dari permukaan lahan, sebab bara dapat bertahan dan menyebar jauh di bawah tanah.
Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pengendalian dampak asap membutuhkan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
Di tengah situasi tersebut, kebutuhan terhadap perlindungan kesehatan bagi petugas yang berada di lapangan menjadi perhatian.