Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menjalankan aktivitas akademik di lingkungan kampus. Kampus juga harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Selama ini universitas sering dianggap sebagai menara gading yang kurang kontribusinya. Tapi alhamdulillah, berkat kepercayaan dari Pemko Padang, kami dapat bekerja sama dan berkolaborasi untuk membina generasi muda di Kota Padang,” katanya.
Untuk memastikan manfaat program tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung, LPPM Unand mendorong pola pembinaan berkelanjutan. Model yang ditawarkan berupa "sekolah binaan" dengan durasi tiga tahun.
Melalui pola tersebut, pembinaan Karang Taruna dilakukan secara bertahap sehingga kader memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dan usaha secara berkelanjutan.
"Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya LPPM Unand agar pengabdian perguruan tinggi memberikan dampak yang lebih panjang bagi masyarakat," kata Friardi.
Selain pembinaan langsung, LPPM Unand juga memperkenalkan UNAND Hub, sebuah platform digital yang dapat diunduh melalui Google Play Store.
Platform tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat dan pelaku UMKM berkonsultasi secara langsung dengan 1.600 pakar dan dosen Unand.
Kehadiran platform tersebut memperluas bentuk pengabdian perguruan tinggi. Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan tatap muka, tetapi juga dapat diperkuat dengan akses terhadap pengetahuan dan keahlian akademisi Unand.