Iwan menilai sistem pengawasan yang semakin terintegrasi dapat memberikan gambaran kendaraan secara lebih lengkap. Data yang diperoleh dari jalan tol nantinya tidak hanya menjadi informasi mengenai kendaraan yang terdeteksi di lapangan, tetapi juga dapat dikaitkan dengan informasi kendaraan yang tersedia dalam sistem Kementerian Perhubungan.
“Dengan sistem dan data yang semakin terhubung, pengawasan tidak hanya berhenti pada kendaraan yang terdeteksi di jalan tol, tetapi dapat didukung dengan informasi kendaraan yang lebih komprehensif. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong angkutan barang yang lebih tertib dan berkeselamatan menuju Zero ODOL 2027,” tutup Iwan.
Integrasi tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi yang dilakukan Hutama Karya bersama pemerintah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan kendaraan angkutan barang. Pemanfaatan sistem dan data secara terpadu diharapkan dapat mendukung proses pengawasan sekaligus membantu penanganan terhadap kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran.
ETLE HUB Diluncurkan
Kerja sama integrasi Blu-E dan WIM tersebut dilakukan bersamaan dengan rangkaian kegiatan peluncuran ETLE HUB oleh Kementerian Perhubungan.
ETLE HUB diluncurkan sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan dan penegakan hukum terhadap kendaraan angkutan barang dengan memanfaatkan teknologi digital. Sistem tersebut menggunakan alat bukti berupa rekaman elektronik untuk mendukung rangkaian proses pengawasan, pencatatan, hingga penanganan pelanggaran kendaraan angkutan.
Pelanggaran yang menjadi bagian dari pengawasan tersebut termasuk pelanggaran berkaitan dengan dimensi dan muatan kendaraan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan penerapan sistem tersebut merupakan bagian dari program lintas kementerian dan lembaga dalam mendukung pencapaian target Zero ODOL 2027.