Launching ETLE HUB, Hutama Karya Tandatangani Kerja Sama Integrasi Blu-E

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Senin, 10 Agustus 2026 | 22:13 WIB
Penandatanganan kerja sama integrasi Blu-E dalam rangkaian kegiatan launching ETLE HUB di Ruang Mataram, Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026). Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Kementerian Perhubungan dengan sejumlah mitra strategis, salah satunya Hutama Karya. (Foto: Hutama Karya)
Penandatanganan kerja sama integrasi Blu-E dalam rangkaian kegiatan launching ETLE HUB di Ruang Mataram, Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (10/8/2026). Penandatanganan kerja sama dilakukan antara Kementerian Perhubungan dengan sejumlah mitra strategis, salah satunya Hutama Karya. (Foto: Hutama Karya)



Bagi Hutama Karya, kerja sama integrasi Blu-E membuka peluang pemanfaatan data kendaraan angkutan secara lebih luas. Data yang tersedia dalam platform Blu-E dapat diintegrasikan dengan sistem pengawasan WIM yang sebelumnya telah dipasang di sejumlah ruas jalan tol Hutama Karya.





Sistem WIM memungkinkan kendaraan angkutan yang melintas dan terdeteksi dapat diidentifikasi berdasarkan parameter yang berkaitan dengan berat kendaraan. Melalui integrasi dengan Blu-E, hasil deteksi tersebut dapat terhubung dengan basis data kendaraan angkutan yang dikelola Kementerian Perhubungan.





Keterhubungan tersebut diharapkan membuat proses identifikasi dan pencatatan kendaraan menjadi lebih efektif. Pemanfaatan data juga diarahkan untuk memperkuat pengawasan kendaraan angkutan barang, termasuk membantu mengidentifikasi kendaraan yang terindikasi melakukan pelanggaran ODOL.





Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan integrasi antara Blu-E dan WIM akan memperkuat penggunaan data dalam mengawasi kendaraan angkutan barang yang beroperasi di jalan tol.





Iwan menyebut data yang diperoleh dari sistem WIM menunjukkan masih pentingnya pengawasan terhadap kendaraan yang terindikasi ODOL secara lebih terintegrasi. Hingga Juli 2026, sebanyak 342.748 kendaraan telah teridentifikasi terindikasi ODOL melalui sistem WIM yang terpasang.





“Data yang telah kami himpun melalui WIM menunjukkan pentingnya pengawasan ODOL yang semakin terintegrasi. Dengan integrasi Blu-E, hasil deteksi WIM nantinya dapat terkoneksi dengan data kendaraan angkutan yang dikelola Kementerian Perhubungan, sehingga proses identifikasi dan pencatatan kendaraan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berbasis data. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendukung langkah penanganan ODOL yang lebih tepat sasaran,” ujar Iwan, dalam keterangan tertulis.





Kolaborasi Lintas Instansi





Menurut Iwan, persoalan ODOL tidak dapat ditangani hanya melalui pengawasan terhadap kendaraan angkutan di satu titik atau oleh satu instansi. Penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas instansi karena dampak kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan berkaitan dengan sejumlah aspek.





Selain menyangkut kepatuhan kendaraan angkutan, keberadaan kendaraan ODOL juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan serta keberlanjutan kualitas infrastruktur jalan tol. Karena itu, keterhubungan data dari berbagai sistem menjadi salah satu faktor penting agar proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X