Pemko Payakumbuh menilai trayek kendaraan listrik tersebut perlu diintegrasikan dengan jaringan Trans Paliko agar kedua layanan transportasi tidak berjalan secara terpisah.
"Kita juga akan mengadakan 13 unit kendaraan listrik untuk angkutan perkotaan. Karena itu, perlu ada sinkronisasi antara trayek kendaraan listrik dengan Trans Paliko," ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Rajman Sunardi mengatakan kehadiran angkutan massal diharapkan dapat memberikan alternatif mobilitas yang lebih efisien bagi masyarakat. Menurut dia, keberadaan transportasi umum juga berkaitan dengan upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
"Keberadaan angkutan massal ini salah satunya bertujuan mengurangi beban ekonomi masyarakat," katanya.
Dishub Payakumbuh saat ini juga tengah menyusun Feasibility Study (FS) angkutan perkotaan. Selain itu, pemerintah daerah sedang melakukan uji coba layanan angkutan gratis bagi pelajar.
Hasil kajian dan uji coba tersebut nantinya akan diselaraskan dengan rencana operasional Trans Paliko. Penyelarasan dinilai penting untuk menentukan pola layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menghindari persinggungan dengan angkutan yang sudah tersedia.
Rajman mengatakan rute dan kapasitas Trans Paliko harus dirancang secara terukur. Perencanaan tersebut perlu mempertimbangkan keberadaan angkutan lokal, termasuk rencana pengoperasian kendaraan listrik di wilayah Payakumbuh.
"Integrasi trayek Trans Paliko dengan rencana trayek kendaraan listrik perlu dibahas lebih lanjut agar tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya.