Di tengah pembahasan mengenai arah ekonomi, persoalan bencana menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapat Paripurna HJK ke-357.
Fadly Amran menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak banjir pada 3 Agustus 2026.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama berbagai unsur terkait disebut terus melakukan penanganan, mulai dari memastikan keselamatan warga, memenuhi kebutuhan dasar, hingga memulihkan fasilitas dan pelayanan publik yang terdampak.
Fadly menempatkan pemulihan pasca bencana hidrometeorologi sebagai titik awal transformasi ekonomi Kota Padang.
Ia menekankan agar rehabilitasi dan rekonstruksi tidak sekadar mengembalikan kondisi kota seperti sebelumnya.
"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan dan destinasi wisata tidak cukup dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung produktif, inklusif dan tangguh terhadap bencana berikutnya,” katanya.
Fadly Amran juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, relawan, dunia usaha, serta masyarakat yang bergotong royong menangani dampak bencana.