Dari empat lokasi yang disebut dalam laporan tersebut, D.I Guo Atas telah mendapat penanganan sejak 5 Agustus melalui kegiatan OP.
D.I Lolo 1 dikerjakan oleh CV Erindo Ihsan Persada setelah sebelumnya terkontrak dengan menggunakan Dana Transfer ke Daerah. Kemudian D.I Ampang Beringin mendapat penanganan atas kerusakan saluran sepanjang kurang lebih 10 meter melalui anggaran OP SDA.
Di sisi lain, pekerjaan pada D.I Limau Manis telah memasuki tahap persiapan di lapangan.
CV Generasi Baru sebagai rekanan PUPR Kota Padang telah mendirikan direksi keet sekaligus membawa alat berat ke lokasi untuk mendukung pengerjaan bendungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan kerusakan daerah irigasi pertanian setelah banjir yang melanda Padang pada 3 Agustus 2026.
Dengan perbaikan yang dilakukan di Kuranji dan Pauh, pemulihan jaringan irigasi diarahkan untuk mengembalikan fungsi saluran serta menjaga kembali pasokan air ke sawah warga yang terdampak. (*)