Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan dampak banjir pada jaringan irigasi dilakukan di beberapa lokasi dengan metode yang menyesuaikan tingkat kerusakan.
Ada titik yang ditangani melalui Operasional Pemeliharaan, ada pula jaringan yang perbaikannya telah terkontrak menggunakan Dana Transfer ke Daerah, serta pekerjaan yang menggunakan anggaran OP Sumber Daya Air.
Malvi Hendri menjelaskan, hasil pemantauan tim PUPR melalui UPT Irigasi Wilayah 1 mencakup sejumlah pekerjaan yang kini berjalan di lapangan.
"Laporan hasil tim monitoring PUPR melalui UPT Irigasi Wilayah 1 di lapangan mencakup penanganan D.I Lolo 1, perbaikan saluran rusak berat sepanjang kurang lebih 10 meter di D.I Ampang Beringin, serta pengerjaan bendungan di D.I Limau Manis. Kegiatan ini dilaksanakan pascabanjir yang melanda Kota Padang, Senin (3/8/2026) lalu," katanya.
Penanganan tersebut berlangsung pada Jumat (7/8/2026) di wilayah Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh.
Fokusnya bukan hanya pada perbaikan fisik bangunan atau saluran yang mengalami kerusakan, tetapi juga mengembalikan fungsi jaringan irigasi agar aliran air menuju lahan pertanian warga dapat kembali berjalan.
Bagi kawasan pertanian, terganggunya jaringan irigasi dapat berdampak pada pasokan air ke sawah. Karena itu, pemulihan sejumlah D.I yang terdampak menjadi salah satu pekerjaan penting setelah banjir melanda Kota Padang.