Penyampaian edukasi dilakukan melalui Variable Message Sign (VMS), pemasangan spanduk, media sosial, media massa, siaran pers, hingga penyampaian imbauan secara langsung melalui public address di gerbang tol maupun rest area.
Melalui kampanye tersebut, perusahaan terus menggaungkan pesan "Setuju untuk Zero ODOL" sebagai ajakan kepada seluruh pengguna jalan serta pelaku usaha angkutan barang agar bersama-sama menciptakan jalan tol yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.
"Melalui pengawasan yang konsisten, edukasi yang berkelanjutan, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, Hutama Karya berkomitmen mendukung implementasi Gerakan Nasional Zero ODOL. Kami mengajak seluruh pelaku usaha angkutan barang dan pengguna jalan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku agar tercipta perjalanan yang lebih aman, infrastruktur jalan tol yang tetap andal, serta distribusi logistik nasional yang semakin efisien," tutup Hamdani.
Untuk mendukung perjalanan yang aman dan nyaman, Hutama Karya juga menyediakan aplikasi Mozy yang menghadirkan beragam informasi layanan jalan tol, mulai dari tarif tol, kondisi lalu lintas melalui CCTV, lokasi rest area dan SPBU, rekomendasi kuliner, hingga fitur tombol darurat (SOS) yang dapat dimanfaatkan ketika pengguna menghadapi kondisi tertentu di jalan tol. (*)