Hutama Karya Perkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan, Dukung Gerakan Nasional Zero ODOL

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:17 WIB
Hutama Karya memperkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan untuk Zero ODOL melalui Operasi ODOL, edukasi, dan pengawasan demi keselamatan. (Foto: Hutama Karya)
Hutama Karya memperkuat Kampanye Selamat Sampai Tujuan untuk Zero ODOL melalui Operasi ODOL, edukasi, dan pengawasan demi keselamatan. (Foto: Hutama Karya)


Sumbardaily.com – PT Hutama Karya (Persero) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung Gerakan Nasional Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui Kampanye Selamat Sampai Tujuan (Setuju). Program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol sekaligus menjaga kualitas infrastruktur agar tetap andal dan berkelanjutan.





Langkah tersebut sejalan dengan semangat "Terhubung Melayani, Bergerak untuk Negeri" yang diusung Kementerian Perhubungan. Melalui pelaksanaan Operasi ODOL secara rutin di berbagai ruas tol yang dikelolanya, Hutama Karya berupaya memastikan kendaraan angkutan barang mematuhi ketentuan dimensi maupun batas muatan sesuai regulasi yang berlaku.





Kampanye Setuju menjadi salah satu instrumen edukasi yang dihadirkan perusahaan untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha angkutan barang maupun pengguna jalan mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan ODOL. Selain bertujuan menciptakan perjalanan yang lebih aman, kampanye tersebut juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan sistem transportasi nasional.





Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa kendaraan Over Dimension Over Loading masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan jalan tol karena memiliki dampak besar terhadap keselamatan lalu lintas maupun kondisi infrastruktur.





Menurut Hamdani, kendaraan yang melanggar ketentuan dimensi dan muatan mempunyai risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan pengemudi kendaraan bersangkutan, tetapi juga pengguna jalan lainnya yang melintas di ruas tol.





"Kendaraan ODOL tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegagalan pengereman, kehilangan kendali, hingga terguling yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Selain itu, kendaraan yang melebihi ketentuan dimensi dan muatan memberikan beban yang lebih besar terhadap perkerasan jalan, jembatan, dan struktur pendukung lainnya sehingga berpotensi mengurangi umur layanan infrastruktur jalan tol. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi ODOL merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan," ujar Hamdani, dalam keterangannya, dikutip Kamis (6/8/2026).





Selain menimbulkan ancaman terhadap keselamatan berkendara, kendaraan ODOL juga memberikan tekanan yang jauh lebih besar terhadap infrastruktur jalan tol. Beban kendaraan yang melampaui kapasitas desain menyebabkan perkerasan jalan, jembatan, maupun struktur pendukung lainnya bekerja melebihi batas yang telah dirancang sehingga berpotensi mempercepat penurunan umur layanan infrastruktur.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

X