Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak berkembang menjadi gangguan terhadap jalur maupun operasional kereta api.
Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, potensi risiko diharapkan dapat diketahui lebih awal. Temuan yang membutuhkan penanganan dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah mitigasi sesuai standar keselamatan yang berlaku.
Selain menyisir jalur, jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar juga memantau kesiapan operasional di sejumlah stasiun.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana pendukung pelayanan tetap berada dalam kondisi optimal sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, selamat, nyaman, dan andal.
Sebelum pemeriksaan lintas dimulai, Lutfi Wijaya memimpin safety briefing di Stasiun Padang. Dalam pengarahan tersebut, budaya keselamatan atau safety culture ditegaskan sebagai prioritas utama bagi seluruh insan KAI.
Lutfi menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin terhadap prosedur kerja. Petugas juga diminta proaktif dalam mengenali potensi bahaya di lapangan serta segera menindaklanjuti setiap temuan melalui pengisian Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR).
Penekanan tersebut terutama diarahkan pada wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam maupun cuaca ekstrem.
Dengan pendekatan tersebut, potensi risiko diharapkan tidak menunggu sampai terjadi gangguan perjalanan, tetapi sudah diidentifikasi dan ditangani sejak awal.