Ketua Peneliti, Roni Pazla, menjelaskan bahwa arah pengembangan pakan masa depan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas ternak, melainkan juga memberikan manfaat yang lebih luas terhadap kesehatan hewan, kualitas produk, serta keberlanjutan lingkungan.
"Pakan yang dikembangkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrien ternak, tetapi juga meningkatkan efisiensi pencernaan, mendukung kesehatan ternak, menekan emisi metana, serta memperbaiki kualitas daging dan susu yang dihasilkan," ujar Roni Pazla, dikutip Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, salah satu keunggulan utama penelitian ini terletak pada pemanfaatan beragam bahan lokal yang diramu dalam satu formulasi pakan fungsional. Bahan tersebut meliputi enkapsulat katekin gambir–PFAD, kombinasi beberapa jenis rumput laut, serta pakan komplit berbasis hasil samping perkebunan kelapa sawit dan tanaman leguminosa.
Pemanfaatan gambir dipilih karena tanaman tersebut mengandung senyawa katekin yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa tersebut dinilai berpotensi membantu mengoptimalkan proses fermentasi di dalam rumen sehingga pemanfaatan pakan menjadi lebih efisien.
Untuk meningkatkan stabilitas sekaligus efektivitasnya, katekin gambir diproses menggunakan teknologi enkapsulasi bersama Palm Fatty Acid Distillate (PFAD). Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan pakan yang lebih optimal ketika diaplikasikan pada ternak.
Selain gambir, penelitian juga memanfaatkan rumput laut sebagai sumber mineral sekaligus senyawa bioaktif. Kandungan tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas mikroorganisme rumen sehingga proses fermentasi berlangsung lebih efisien dan berpotensi mengurangi pembentukan gas metana.
Pelaksanaan penelitian dilakukan secara kolaboratif dengan pembagian tugas sesuai kompetensi masing-masing perguruan tinggi. Tim dari Unand bertanggung jawab mengembangkan sekaligus mengevaluasi enkapsulat gambir–PFAD.
Sementara itu, Universitas Hasanuddin berfokus mengembangkan kombinasi rumput laut sebagai bahan yang berpotensi menekan pembentukan metana. Di sisi lain, UIN Sultan Syarif Kasim Riau mengembangkan formulasi pakan komplit berbasis berbagai bahan pakan lokal.