Sepanjang Mei hingga Juni 2026, promosi dilakukan di Tiongkok, Korea Selatan, India, dan Malaysia. Selain menyasar wisatawan mancanegara, promosi juga dilakukan untuk mendorong peningkatan perjalanan wisatawan nusantara.
Dari rangkaian promosi tersebut tercatat potensi perjalanan mencapai 36.807 pax, potensi transaksi sebesar Rp7,27 miliar, serta potensi devisa mencapai Rp559,48 miliar.
"Promosi ini penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara terus terjaga," tutur Widiyanti.
Sementara itu, pelaksanaan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 juga menjadi salah satu instrumen yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Ni Luh Puspa, Kementerian Pariwisata mendukung 125 event daerah terkurasi yang tersebar di 38 provinsi.
Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai dilaksanakan, dua event masih berlangsung, sedangkan 87 event lainnya dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun.
Dari 36 event yang telah digelar, sebanyak 23 event telah selesai dikaji dampaknya dengan mencatatkan 1,34 juta pengunjung serta menghasilkan transaksi ekonomi langsung sebesar Rp90,53 miliar.
Pelaksanaan event juga melibatkan sekitar 10,61 ribu pelaku UMKM, 23,59 ribu pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi 20,27 ribu tenaga kerja.