Indonesia Berpeluang Jadi Hub Terapi Stem Cell Asia Pasifik, BPOM Perkuat Regulasi

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 5 Juli 2026 | 07:02 WIB
Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam forum The 1st Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (3/7/2026). (Foto: BPOM)
Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam forum The 1st Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (3/7/2026). (Foto: BPOM)


Sumbardaily.com - Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan advanced therapy medicinal products (ATMP) dan terapi regeneratif di kawasan Asia Pasifik. Potensi tersebut dinilai terbuka lebar apabila didukung oleh ekosistem yang kuat, mulai dari riset, regulasi, industri, hingga kolaborasi internasional yang mampu mendorong lahirnya inovasi kesehatan nasional.





Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus yang disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam forum The 1st Asia Pacific Regenerative Medicine Congress (APREMIC) 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (3/7/2026). Menurutnya, Indonesia harus mengambil peran lebih besar dalam perkembangan teknologi kesehatan dunia dan tidak hanya menjadi pengguna inovasi yang dikembangkan negara lain.





"Kita harus menjadi bagian dari negara yang menciptakan inovasi terapi regeneratif yang aman, bermutu, dan dapat diakses masyarakat," ujar Taruna Ikrar dalam paparannya.





APREMIC 2026 merupakan kongres ilmiah yang mempertemukan para klinisi, peneliti, regulator, akademisi, inovator, dan pelaku industri untuk membahas arah perkembangan pengobatan regeneratif di kawasan Asia Pasifik. Kongres perdana tersebut mengangkat tema "Update in Clinical Application and Therapy of Regenerative Medicine" dengan tujuan mempercepat penerapan hasil riset menjadi solusi medis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.





Dalam pidato kunci bertajuk "Scaling Stem Cell Therapies from Laboratories Discovery to GMP and Clinical Application", Taruna menjelaskan bahwa dunia sedang memasuki era pertumbuhan pesat terapi berbasis produk biologi. Perkembangan terapi gen, terapi sel, dan terapi berbasis ribonucleic acid (RNA) menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.





Ia mengungkapkan, secara global saat ini terdapat 4.164 produk terapi gen, terapi sel, dan terapi berbasis RNA yang masih dalam tahap pengembangan. Sementara itu, sebanyak 148 produk telah memperoleh persetujuan untuk digunakan di berbagai negara.





Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan nilai ekonomi industri ATMP. Taruna menyebut nilai pasar ATMP diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat, dari USD41,46 miliar atau sekitar Rp697,73 triliun pada 2026 menjadi USD86,76 miliar atau sekitar Rp1.460 triliun pada 2031.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X