Berdasarkan laporan yang dihimpun di lapangan, sebanyak 600 kepala keluarga (KK) dengan total sekitar 2.053 jiwa terdampak langsung akibat putusnya akses jalan tersebut.
Warga tidak bisa keluar maupun masuk kampung menggunakan kendaraan karena seluruh jalur tertutup longsor dan amblas.
Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh, Mawardi Datuak Sinaro Paneh mengatakan, masyarakat saat ini sangat membutuhkan bantuan pemerintah daerah, terutama alat berat untuk membersihkan material longsor dan membuka kembali akses jalan.
“Iya. Sebanyak 600 KK atau 2.000 jiwa warga kami, terisolasi akibat jalan tertimbun longsor dan amblas. Kendaraan tak bisa keluar-masuk. Kami minta bantua pemda,” kata Mawardi.
Kerusakan infrastruktur akibat hujan deras tidak hanya terjadi di Situjuah Ladang Laweh. Di Nagari Tungka, bencana hidrometeorologi juga menyebabkan warga terpaksa mengungsi karena kondisi yang dinilai membahayakan keselamatan.
Selain itu, aliran Sungai Batang Sandie atau Batang Air Pondam yang bermuara ke Batang Agam Payakumbuh kembali meluap.
Luapan sungai tersebut merendam areal pertanian milik warga dan merusak area lubuk ikan larangan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Tidak hanya itu, sejumlah jalan pertanian di wilayah terdampak juga dilaporkan mengalami longsor akibat intensitas hujan tinggi yang berlangsung selama berjam-jam.