Pola Kemiskinan Pesisir Selatan Berubah, Tak Lagi Acak Tapi Membentuk Kawasan Khusus

Photo Author
Administrator, Sumbardaily.com
- Minggu, 10 Mei 2026 | 10:04 WIB
Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per 5 Mei 2026, kemiskinan di Pesisir Selatan tidak lagi tersebar secara acak, tetapi mulai terkonsentrasi dalam kawasan-kawasan tertentu yang memiliki karakteristik ekonomi dan sosial serupa. (Foto: Pemkab Pessel)
Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per 5 Mei 2026, kemiskinan di Pesisir Selatan tidak lagi tersebar secara acak, tetapi mulai terkonsentrasi dalam kawasan-kawasan tertentu yang memiliki karakteristik ekonomi dan sosial serupa. (Foto: Pemkab Pessel)


Sumbardaily.com - Persoalan kemiskinan di Kabupaten Pesisir Selatan kini menunjukkan pola baru yang semakin kompleks.





Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per 5 Mei 2026, kemiskinan di daerah tersebut tidak lagi tersebar secara acak, tetapi mulai terkonsentrasi dalam kawasan-kawasan tertentu yang memiliki karakteristik ekonomi dan sosial serupa.





Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa penanganan kemiskinan di Pesisir Selatan membutuhkan pendekatan yang lebih terarah.





Pemerintah daerah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, melainkan perlu memperkuat pembangunan ekonomi masyarakat berbasis wilayah, potensi lokal, dan peningkatan kapasitas warga secara berkelanjutan.





Hasil analisis DTSEN memperlihatkan sebagian besar rumah tangga kategori Desil-1 di Pesisir Selatan masih menggantungkan hidup pada sektor ekonomi primer tradisional. Sektor tersebut meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, hingga usaha informal rumah tangga yang tingkat produktivitasnya masih relatif rendah.





Kondisi tersebut membuat masyarakat rentan terhadap tekanan ekonomi. Perubahan harga komoditas, faktor cuaca, hingga keterbatasan akses pasar menjadi persoalan yang terus memengaruhi kestabilan pendapatan masyarakat.





Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Suryatmono, mengatakan pola kemiskinan yang terjadi saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, kemiskinan kini sudah membentuk kawasan dengan tingkat kerentanan sosial yang tinggi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X