Hal ini diharapkan dapat mengurangi hambatan geografis sekaligus meningkatkan partisipasi pendidikan tinggi di daerah kepulauan.
Ke depan, UNP bahkan menargetkan perluasan layanan UTBK dengan rencana pembukaan lokasi ujian di Bukittinggi pada tahun 2027. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang kampus dalam memperluas akses pendidikan secara merata.
Secara keseluruhan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di UNP tidak hanya menjadi ajang seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga mencerminkan peran institusi dalam mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia.
Komitmen tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin keempat mengenai pendidikan berkualitas serta poin kesepuluh terkait pengurangan kesenjangan.
Melalui penyediaan layanan bagi peserta disabilitas dan pembukaan akses di wilayah terpencil seperti Mentawai, UNP berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan merata.
"Dengan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 ini, UNP berharap dapat terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap akses dan keadilan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat," tutur Rektor yang didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNP, Prof Dr Refaldi dan jajaran. (adl)