Kampus ini tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Barat yang menyediakan layanan UTBK bagi peserta disabilitas.
Tahun ini, terdapat tujuh peserta disabilitas yang mengikuti ujian, terdiri dari empat peserta tuna netra dan tiga tuna rungu. Untuk menjamin kenyamanan dan kesetaraan akses, jadwal ujian mereka disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Peserta tuna rungu dijadwalkan mengikuti ujian pada Selasa (21/4/2026) sesi kedua, pukul 13.00 WIB. Sementara itu, peserta tunanetra dijadwalkan mengikuti ujian pada Kamis (23/4/2026) sesi kelima.
Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa pelaksanaan UTBK tidak hanya berfokus pada seleksi akademik semata, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta.
Selain menghadirkan layanan inklusif, UNP juga memperluas jangkauan pelaksanaan UTBK hingga ke wilayah kepulauan. Tahun ini, ujian kembali digelar di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Sebanyak 145 peserta mengikuti UTBK di lokasi tersebut, yang dilaksanakan selama dua hari dengan total empat sesi ujian. Kehadiran lokasi ujian di Mentawai dinilai sebagai langkah strategis untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah terpencil.
"Dengan adanya lokasi ujian di luar kampus utama, peserta tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Padang untuk mengikuti UTBK," kata Krismadinata.