Ia juga menyoroti besarnya tanggung jawab yang diemban panitia dalam memastikan pelaksanaan UTBK berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Mengingat skala pelaksanaan yang besar, potensi kendala teknis maupun non-teknis menjadi perhatian utama.
Untuk mendukung kelancaran ujian, UNP menyiapkan sebanyak 1.560 unit komputer yang digunakan dalam setiap sesi. Selain itu, setiap laboratorium juga dilengkapi dengan dua perangkat cadangan guna mengantisipasi gangguan teknis yang mungkin terjadi selama ujian berlangsung.
Tidak hanya dari sisi perangkat, pelaksanaan UTBK-SNBT di UNP juga melibatkan sumber daya manusia dalam jumlah besar.
"Sebanyak 69 teknisi dan 119 panitia turut terlibat, ditambah pengawas yang berasal dari dosen, tenaga kependidikan, serta guru yang berpengalaman dalam pengelolaan laboratorium komputer," katanya.
Khusus untuk lokasi ujian di Sekolah Pembangunan UNP dan Kabupaten Kepulauan Mentawai, total pengawas yang dilibatkan bahkan mencapai 835 orang secara keseluruhan.
Keterlibatan ratusan pengawas ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan integritas dan kelancaran ujian di setiap sesi.
Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan UTBK 2026 di UNP adalah komitmen terhadap pendidikan inklusif.