Meskipun meningkat dari 74,82 menjadi 75,70, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata provinsi sebesar 77,27.
Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan transformasi besar pembangunan Dharmasraya. Dari daerah yang sebelumnya masih tertinggal pada sejumlah indikator, kini menjadi lebih kompetitif secara makro di tingkat provinsi.
Di tengah kondisi sejumlah kabupaten/kota lain di Sumbar yang pada 2025 cenderung mengalami perlambatan—yang diduga dipengaruhi faktor bencana—Dharmasraya justru mampu menunjukkan kinerja yang lebih solid.
Daerah lain masih memiliki dua hingga empat indikator di bawah rata-rata provinsi, sedangkan Dharmasraya hanya menyisakan satu indikator yang tertinggal, yaitu IPM.
Siapkan Strategi Pembangunan 2027
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong pembangunan daerah.
“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang telah mendorong capaian pembangunan yang progresif serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2025, meskipun dihadapkan pada tekanan fiskal,” ujar Annisa.
Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan pembangunan ke depan masih cukup besar. Berdasarkan hasil Musrenbang, kebutuhan pembangunan tahun 2027 diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun.